
For all those who like and love to write.
For friends who maintain blogs.
Share that gift, never stop writing.
—
via think4yourself + notentirely + dominickbrady
I am nobody without Allah SWT., Roman alphabet, books, music (especially a Disney song titled "Reflection" + Arashi) and English.
URLs:
http://www.facebook.com/irumeriaisirmelia
http://twitter.com/irumeria
(Plurk: inactive)

For all those who like and love to write.
For friends who maintain blogs.
Share that gift, never stop writing.
—
via think4yourself + notentirely + dominickbrady
Sebenarnya, saya tahu kalau kalian tahu saya sering banget curhat tentang certain someone sedari awal saya bikin tumblr. Apa pun topik tentang cinta dan persahabatan, pasti saya kaitkan dengan dia. Sampai akhirnya, semua itu berakhir di pertengahan tahun 2011 (mungkin sekitar bulan Juni atau Juli).
Setelah saya baca ulang tumblr ini, saya sadar kalau akhirnya certain someone saya berubah. Semua tentang dia yang saya post ternyata juga nyambung kalau dikaitkan dengan my-long-time-bestfriend-who-becomes-my-boyfriend. Well, I bet you know already who he is.
Saya jadi merasa malu dan bersalah. Saya pikir, untuk apa saya nge-post tentang dia kalau pada akhirnya saya akan berakhir dengan orang lain yang bukan sekadar orang lain (di mata saya)?
That’s also why I want to stop temporarily from writing on the net. I want to make a new story of my life without publishing it for now. :)
So, that’s all from me and catch you later… Have a nice year, readers! ^^
You know, I’m not gonna leave tumblr or blogging by writing that kind of title. I just wanna take a break from it. When I come back, I’m gonna make more blogs outside tumblr and separate my tumblrs based on its function, such as fangirling, telling things about love, and so on and so forth…
First thing first, I would like to say that reviewing our own writings, whether in the blog or paper, is useful.
Saya jadi tahu siklus libur dari Hari Raya Idul Adha sampai Tahun Baru Masehi, tersenyum melihat impian yang saya reblog akan tercapai tak lama lagi, menyadari bahwa menulis (plus membaca) adalah cara terbaik saya mengeluarkan isi pikiran dan menemukan inspirasi, kembali teringat saat saya sedang merasa amat sangat takut dengan kematian, merasa beruntung telah melalui banyak hal baik dan memiliki serta mendapatkan banyak nikmat yang tidak orang lain miliki, termotivasi karena cerita-cerita dan quotes inspiratif yang saya reblog dan baca dari orang lain, merasakan indahnya hari ini, mengalami bagaimana hidup yang sekarang saya alami kadang-kadang jauh lebih baik dari apa yang dicita-citakan, dan banyak lagi perasaan lainnya karena membaca ulang tulisan-tulisan saya. —> Satu kalimat superpanjang.
Maybe now I also get it why history exists. It reminds us to learn good things and leave the bad things from the past, so that we can be better people everyday. And that’s what happen to me.
Saya melihat tulisan-tulisan saya yang jauh berubah, baik dari segi bahasa maupun konten. Saya juga sadar bahwa saya banyak melakukan reblog. Bukan berarti saya terkena writer’s block tapi saya merasa pikiran saya sudah banyak terwakili oleh posts itu. Tapi, tulisan saya random and not everybody likes random writings. Jadi, saya pikir lebih baik menuliskan semuanya di atas kertas terlebih dahulu.
Sebelum undur diri, saya akan menuliskan bagaimana dan seberapa sering saya mengungkapan perasaan kepada seseorang yang saya sayangi di tumblr.
karena warnanya biru, jadi ini dari dia buat aku :P <3
To feel like conveying your thoughts to a person, to sit at your desk and pick up a pen, to put your thoughts into words like this is truly marvelous. Of course, once I do put them into words, I find I can only express a fraction of what I want to say, but it’s all right.
(via ocehanarina)
I can think what I want as many times I want. This could be the 72,001st time, but what’s wrong with that? As long as I am alive, I can think what I want, when I want, any way I want, as much as I want, and nobody can tell me any different.
(via ocehanarina)
Dua orang bisa deket tuh kalo bener-bener semua sifatnya sama atau bener-bener sifatnya bertolak belakang.
(via renggggganis)
Anyway tadi nunggu jam kuliah ke ruang diskusi perpus. Niatnya sih mau gogoleran di ruangan super pewe itu,lesehan pake karpet,full AC. Tapi nemu majalah Psikologi baca-baca terus nemu ini.
Kisah Plato
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Yak,mungkin bisa jadi bahan renungan :)
(via renggggganis)
Sebenarnya Sang Maha-Segalanya itu mencintai sang mahasiswa,
betapapun menumpuknya tugas kita , tapi pasti selesai juga. dan itu semata2 karena kemudahan dari Tuhan.
dari dhenbaguzz